Halo
semua!!!
Welcome to
my blog, yap kali ini saya akan mereview buku pertama yang saya beli dan baca
habis di tahun 2019 ini. Buku ini berjudul “Rumah Tangga itu RUMIT, Kalau
SEDERHANA ya Rumah Makan”. Ya memang judulnya yang membuat saya tertarik, mungkin
judulnya seperti lelucon garing yang sering kita dengar dari orang yang sudah
menikah, tapi ya saya berpikir buku ini mungkin bisa jadi bacaan menarik karena
nampaknya ringan dan ya cocok lah sebagai buku pertama yang akan saya coba baca.
Buku ini
merupakan karangan dari bukan hanya satu orang, tapi rame-rame hahaha dan
mungkin bisa jadi dari pengalaman nyata orang yang telah menjalani rumah tangga
ya. Menurut saya, buku ini sangat pas sekali untuk pasangan yang sudah siap
menikah, kenapa? Karena dengan membaca buku ini kita akan siap menghadapi
kerumitan rumah tangga yang sebenarnya. Contohnya kalau ada hal kecil yang
benar-benar kecil namun karena situasi dan kondisi membuat kita gerah pada
pasangan kita, kita akan memikirkan kembali cerita dibuku ini dan sebenarnya
itu lucu, gara-gara hal kecil bisa menyebabkan pertengkaran yang besar, karena
hal kecil tersebut terjadi pada situasi dan kondisi yang tidak pas. Buku ini
juga mengajarkan beberapa konflik kecil yang tidak datang dari kita, namun dari
pihak ketiga, mertua contohnya. Sering kali kita mendengar pepatah “menikah itu
bukan cuma menyatukan dua insan, namun juga dua keluarga besar”. Yap saya suka pepatah ini, karena memang
benar, apalagi Indonesia yang banyak sukunya, dan setiap suku adatnya luar
biasa banyaknya dalam pernikahan termasuk suku saya juga TIONGHOA.
Saya
membeli buku ini bukan karena saya orang yang siap menikah ya, hahaha. Saya masih
jauhhhhhhhhhhh dari kata siap menikah sejauh planet pertama ke Pluto mungkin
hahahaa. Tapi setelah saya membaca buku ini, saya merasa saya jadi bisa sedikit
mengontrol emosi saya terhadap pasangan, mentolerir masalah kecil yang
mengguncang kami dan lebih bisa memahami doi, tidak hanya merasa kalau saya yang
paling benar.
Ah, ngomong
soal pasangan, satu hal lagi yang saya dapat dari buku ini.
jadi ceritanya di awal buku ini kita akan diperkenalkan dengan tokoh-tokoh pasangan yang akan berlakon di buku ini, nah hal yang saya dapat setiap pasangan pasti memiliki karakter yang berbeda. Contohnya jika yang laki-lakinya agak perhitungan dalam pengeluaran, istrinya pasti agak boros dan kalap kalau belanja, kalau istrinya pendiam, selow bae, suaminya pasti orang yang tensian, emosian, tak sabaran.
jadi ceritanya di awal buku ini kita akan diperkenalkan dengan tokoh-tokoh pasangan yang akan berlakon di buku ini, nah hal yang saya dapat setiap pasangan pasti memiliki karakter yang berbeda. Contohnya jika yang laki-lakinya agak perhitungan dalam pengeluaran, istrinya pasti agak boros dan kalap kalau belanja, kalau istrinya pendiam, selow bae, suaminya pasti orang yang tensian, emosian, tak sabaran.
Hmm,
sebenarnya beberapa pasangan yang saya kenal dalam dunia nyata saya juga memang
begitu sih keadaannya hahaha, termasuk orang tua saya. Kalau sosok mamak-mamak
orang punya suka ngomel, galak minta ampun, kalau belanja di pasar mau berantem
kalau ga dikasih diskon, mama saya beda. Mama saya adalah sosok yang sangat baik,
sabar, ga pernah MARAH sedikit pun, ah pokoknya beliau adalah malaikat tak
bersayap yang nyatalah. Nah bedanya dengan papa, kalau papa saya orangnya
wihhhh gualak minta ampun, keset kaki di depan pintu aja miring sedikit beliau
bisa ngamuk teriak-teriak, kalau papa lagi tidur, ah tolong jangan buat suara
kalau tidak mau kena gertakannya.
Contoh pasangan
lain?
Saya sendiri hehehehe
My future husband (eaeaea), luar biasa pintarnya, good looking juga (ehem), unggul dalam banyak bidang akademik lah. Sedangkan saya?? Hanya gadis biasa yang sangat biasa dan tak ada yang bisa dibanggakan ._. dan sedihnya lagi pas kami jalan bareng semua orang bertanya “hah kok mau doi sama lu?”. Yap nanya nya ke saya :’), itu bukan satu orang yang nanya HAHAHAHA.
Saya sendiri hehehehe
My future husband (eaeaea), luar biasa pintarnya, good looking juga (ehem), unggul dalam banyak bidang akademik lah. Sedangkan saya?? Hanya gadis biasa yang sangat biasa dan tak ada yang bisa dibanggakan ._. dan sedihnya lagi pas kami jalan bareng semua orang bertanya “hah kok mau doi sama lu?”. Yap nanya nya ke saya :’), itu bukan satu orang yang nanya HAHAHAHA.
It’s okay,
selama bertahun-tahun kami awet, tidak ada yang mengganggu, mungkin batin
cewe-cewe lain pada bilang “udah jangan diganggu, kasian cewenya udah jeleks,
ga pintar, masa mau kalian jadiin jomblo juga dia?”. HAHAHAHA
Oke, Tolong berhenti tertawakan aku.
Nah satu hal yang mungkin menjadi pelajaran yang saya dapat dari membaca buku ini dan mengamati pasangan di lingkungan sekitar saya. Setiap pasangan pasti memiliki perbedaan antara laki-laki dan perempuan terutama pada bagian karakter. Jadi kalau kalian bilang ah cewek yang pintar pasti dapatnya cowok yang pintar juga, saya ga setuju. Kenapa?? Entah mengapa kalau dua-duanya sama-sama menonjol pasti gakan tahan lama.
Nah satu hal yang mungkin menjadi pelajaran yang saya dapat dari membaca buku ini dan mengamati pasangan di lingkungan sekitar saya. Setiap pasangan pasti memiliki perbedaan antara laki-laki dan perempuan terutama pada bagian karakter. Jadi kalau kalian bilang ah cewek yang pintar pasti dapatnya cowok yang pintar juga, saya ga setuju. Kenapa?? Entah mengapa kalau dua-duanya sama-sama menonjol pasti gakan tahan lama.
Jadi jangan
heran kalau ada ceweknya cakeppppp bingitsss, cowoknya ya amvunnnnn (biasaaaaa
bingittt maksudnya). Begitu juga sebaliknya. It’s real life honey, jangan
berharap kayak di drakor-drakor, yang cowoknya waw, cewenya pun waw.
Mungkin cuma
ini yang bisa saya sampaikan dari buku yang berjudul “Rumah Tangga itu RUMIT,
Kalau SEDERHANA ya Rumah Makan”, yaaaa semoga kalian terhibur membaca blog
amatiran saya dan saya recommended buku ini buat kalian yang mungkin akan
melaju ke jenjang pernikahan atau bagi kalian yang udah punya pasangan namun
belum mau menikah kayak saya juga gapapa beli aja, mana tau dengan membaca ini
membuat kalian semakin mengerti pasangan kalian. Tapi buat jomblo tidak saya
sarankan, karena nanti agak berat kalian baca nya (kidding gaesss).
Yappp, see
you in my next books review!! J